Bekerjalah…, Sebagaimana para nabi bekerja

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُم وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin(attaubah :105)

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, para ulama mengatakan ayat yang mulia diatas adalah perintah dari Allah bagi kita untuk bekerja.

Namun Kita dapati sebagian kaum muslimin tidak bekerja dengan berbagai macam alasan yg sebenarnya solusi dari alasan itu kembali dari kepada niat atau kemauan dirinya sendiri, Bahkan Kita juga dapati diantara mereka ada yang tidak bekerja dengan alasan dakwah, didapati mereka meninggalkan keluarga tanpa bekal dengan alasan fi Sabilillah sehingga akibatnya keluarga nya terabaikan nafkah dan kebutuhannya.

Di bawah ini adalah risalah qasirah (singkat) yang berisikan nukilan-nukilan dari Al-Qur’an dan hadits mengenai pekerjaan para rasul dan anbiyaa sebagai penyemangat kita akan tetap bekerja, nabi dawud seorang raja yg harus mengurusi kerajaan dan rakyatnya tapi tetap bekerja, nabi yusuf seorang yang bekerja sebagai seorang bendaharaawan, nabi nuh bekerja sebagai tukang kayu mereka semua para anbiya punya beban dan kewajiban yang sangat besar dalam dakwah dibanding kita namun tetap bekerja, ini menunjukan dakwah bukan berarti meninggalkan usaha atau pekerjaan kemudian menyandarkan 100% penghasilan dari jalan dakwah.

Berikut adalah nukilan dari Al-Qur’an dan hadits menuturkan tentabg Para anbiya’ dan rasul-rasul yang mana mereka berkerja dan menguasai pekerjaan nya dengan baik dan amanah.

روى البخاريُّ في صحيحِه عن المِقدام بن معدِيكرب – رضي الله عنه – عنِ النبي – صلَّى الله عليه وسلَّم – قال: ((ما أكَل أحدٌ طعامًا قطُّ خيرًا مِن أن يأكُلَ مِن عمل يدِه، وإنَّ نبيَّ الله داود – عليه السلام – كان يأكُل مِن عمل يدِه)).

Diriwayatkan Bukhari dalan shahihnya dari almiqdad bin ma’dikarib Radhiyallahu’anhu dari nabi shalallahu’alayhi wassalam Berkata : tidak ada makanan yang dimaka seseorang yang lebih baik dari apa yang dimakan dari hasil amal / pekerjaan tangannya sendiri.

Abulbasyar adam ‘alayhissalam ketika Allah turunkan kebumi setelah Allah ajarkan ia nama-nama semuanya, Allah ajarkan beliau ilmu pertanian yg dengan tangannya ia mengolah lahan dan dengan hasilnya ia dan keluarganya makan.

Nuh ‘alayhisalam bekerja sebagai pengarajin kayu yang dengan nya dia mampu membuat kapal
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(hud:37)

Abul anbiya’ ibrahim ‘alayhissalam adalah seorang memiliki kemampuan dalam bangunan dan beliau lah yg membangun baytullah di mekah bersama keturunan nya isma’il ‘alayhissalam
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(Al-Baqarah:127)

Sedangkan nabi dawud tetap bekerja walau sebagai seorang raja, beliau bisa saja hidup mewah sebagaimana para raja umumnya menikmati apa yang ada pada kerajaannya, namun beliau tetap bekerja dengan tangannya sendiri sebagai ahli / pandai besi yang dengan hasil dari pekerjaan nya itu ia makan

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ مِنَّا فَضْلاً يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ * أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (saba’ :10-11)
Ulama tafsir mengatakan Allah karuniakan dawud kekuatan yang dengan nya ia mampu membentuk besi tanpa api dan pukulan layaknya para pekerja besi membentuk besi dengan dipanaskan kemudian dipukul.

Nabi musa adalah seorang penggembala kambing
وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَى * قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَى
”Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa? Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”

Adapun yusuf ‘alayhissalam bekerja sebagai pejabat pemerintahan, seorang bendahara yang piawai dan profesional
(قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ)
Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.(Yusuf: 55)

Sedangkan nabi kita Muhammad shalallahu’alayhi wassalam beliau bekerja sebagai penggembala kambing dan beliau mendapat upah dari pekerjaan nya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ » . فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ « نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لأَهْلِ مَكَّةَ »

“Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing.” Mereka para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa qirath (mata uang dinar, pen.) dari penduduk Mekah.” (HR. Bukhari, no. 2262)

Beliau juga menyertai pamannya dalam perniagaan ke syam yang didalam perjalanan itu beliau bertemu dengan seorang pendeta yang mengenal tanda-tanda kenabiannya, setelah mencapai usia dewasa beliau pun berniaga dengan membawa barang dagangan saudagar qurays terkenal yang akhirnya Allah taqdirkan menjadi istri beliau yakni khadijah.

Demikianlah saudara-saudaraku sekelumit tentang pekerjaan para nabi, yang dapat kita ambil sebagai acuan dan tauladan bagi ummatnya. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat yang mulia diatas adalah perintah Allah kepada para rasulnya, namun juga sebagai tauladan bagi ummatnya.

Kemudian pekerjaan apakah yang paling baik..? Nabi shalallahu’alayhi wassalam pernah ditanya akan hal ini, dan beliau menjelaskan nya kepada sipenanya.

ورَوَى الحافظُ البزَّارُ عن رِفاعة بن رافِع: أنَّ النبيَّ – صلَّى الله عليه وسلَّم – سُئِل: أيُّ الكسب أطيبُ؟ قال: ((عمَلُ الرَّجلِ بيده، وكُل بيْع مبرور))

Diriwayatkan oleh alhafizh bazzar dari rifa’ah bin rafi’ sesungguhnya nabi shalallahu’alayhi wassalam di tanya : pekerjaan apakah yang paling baik ? Beliau berkata : pekerjaan seorang lelaki dengan tangannya dan setiap jual-beli yang mambrur (diberkahi).
Sampai disini risalah singkat semoga dapat menjadi penjelas dan penyemangat untuk kaum muslimin agar giat bekerja namun tidak lupa dengan hakikat penciptaan nya yakni ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala, barakallahu fiikum, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibnu Syakiyakirtiy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *