PELAJARAN DARI SEBUAH BAJU BESI BAG-2

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

dari ‘Aisyah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi, lalu beliau menggadaikan baju besinya (sebagai jaminan) [HR MUSLIM 3008]

Saudara-saudaraku sekalian…

Berikut sambungan faidah dari hadits ini melanjutkan pembahasan kita dibagian pertama risalah sebelumnya.

*Faidah :*

1. Boleh nya bermu’amalah dengan orang kafir walau terjadi permusuhan dan peperangan antara kaum muslimin dengan mereka, dalam hal ini nabi shallallahu’alaihi wasallam membeli makanan dengan menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi sebagai jaminan hutang, yang mana telah jelas terjadi permusuhan dan peperangan antara Nabi beserta kaum muslimin dengan orang-orang Yahudi, *_dengan demikian boikot pembelian produk-produk orang-orang kafir atau negara kafir tertentu yang digalakkan oleh sebagian kalangan adalah bathil secara hukum syariat.’_*

2. Dari hadits ini para fuqaha’ menetapkan hukum hutang dengan jaminan, Bahwa hutang yang dengan jaminan tidak sah kecuali  :

A. Barang yang menjadi jaminan adalah barang yang dapat di jual.

B. Barang yang dijadikan jaminan adalah barang miliknya sendiri.

C. Diketahui kadar / nilai barang jaminan tersebut dan nilainya harus dapat mensetarai nilai hutang yang diambil.

3. Barang jaminan dapat dijual oleh pemberi hutang jika orang yang berhutang tidak mampu membayar hutangnya dalam jangka waktu yang disepakati, jika terdapat kelebihan dari nilai jaminan yang dijual maka si pemberi hutang mengembalikan kelebihan tersebut kepada si penghutang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *