📜 ZAKAT FITRAH DENGAN MAKANAN SUMBERNYA WAHYU, DENGAN UANG SUMBERNYA RA’YU (AKAL)

بسم الله الرحمن الرحيم

—————❁✿❁—————
Alhamdulillah Dana masuk untuk pembebasan lahan PONPES ShahibulQur’an wasSunnah telah terkumpul Rp. 25.550.000. Peluang amal jariyah bagi kita semua dibulan Ramadhan yg mulia ini dengan mentranafer infaq terbaik anda ke Yayasan Shahibul Qur’an wa Sunnah. Bank Syariah Indonesia No rek 7103799718
—————❁✿❁—————

Risalah ini merupakan lanjutan dari Risalah sebelum nya yang berjudul,
ZAKAT FITRAH PAKE UANG KARENA DULU TIDAK ADA MATA UANG ?

Saudara- saudara ku yang mulia..
Mari kita Melanjutkan pembahasan kita kemarin.
Bagi yang belum membaca risalah yang sebelumnya maka saya sarankan untuk membacanya biar dapat mengikuti nya dengan baik.

Yang wajib bagi seorang muslim yakini adalah bahwa Syar’i at ini di tetapkan oleh Allah, ini aqidah seorang muslim yang harus dipegang kuat.

Kemudian Rasulullah tidaklah berkata dan berbuat kecuali dengan wahyu bukan dengan inisiatif beliau sendiri, ini juga aqidah muslim yang wajib kita imani dan kita pegang dengan kuat. Allah berfirman :

وَمَا یَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰۤ إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡیࣱ یُوحَىٰ

Dan dia (Muhammad) tidak berbicara dari hawa nafsunya, yang ia sampaikan tidak lain dari wahyu yang diwahyukan kepadanya.[annajm :3-4]

Allah mengabarkan melalui ayat ini bahwa apa yang disampaikan Nabi shallallahu alayhi wassalam tidak lain dari wahyu yang diwahyukan kepada beliau bukan hasil pemikiran atau pertimbangan beliau pribadi.

Dalam pembahasan kita ini yakni zakat, telah tsabat dibanyak riwayat bahwa Rasulullah shallallahu alayhi wassalam menetapkan zakat yang diwajibkan kepada kaum muslimin dikeluarkan dengan makanan,
berikut saya hadirkan salah satu hadits mengenai perintah zakat fitri :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma
atau satu sha’ gandum, bagi setiap hamba sahaya (budak) maupun orang yang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar dari kaum Muslimin. Dan Beliau memerintahkan agar menunaikannya sebelum orang-orang berangkat untuk shalat (‘Ied).
[Hr Bukhari: 1407]

Hadits ini menyebutkan item-item yang dengan nya zakat fithri di tunai kan oleh setiap muslim yaitu :
Dengan satu sha’ kurma
Dengan satu sha’ gandum.

Kedua makanan diatas adalah makanan pokok ketika itu.

Dan Mempertegas serta memperjelas masalah ini, dengan gamblang seorang sahabat Nabi shallallahu alayhi wassalam abu sa’id Alkhudry mengatakan dalam hadits yang diriwayatkan melalui jalur periwayatan beliau dan dikeluarkan oleh imam Bukhari :

كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ

Dahulu (dizaman Nabi) kami (para sahabat) mengeluarkan zakat fithri dengan satu sha’ tha’am.

tha’am artinya adalah makanan.

Mari kita baca Sama-sama hadits nya.

عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ الْعَامِرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ

dari ‘Iyadh bin ‘Abdullah bin Sa’ad bin Abu Sarhi Al ‘Amiriy bahwa dia mendengar Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata:

Dahulu (dizaman Nabi) kami (para sahabat) mengeluarkan zakat fithri :
satu sha’ dari makanan
atau satu sha’ dari gandum
atau satu sha’ dari kurma
atau satu sha’ dari keju (mentega)
atau satu sha’dari kismis (anggur kering). [HR Bukhari: 940].

Kesemua item-item yang disebut oleh abu sa’id Alkhudry diatas semuanya adalah makanan yang ketika itu dijadikan makanan pokok dizaman nabi.

Maka Dari hadits serta penegasan sahabat abu sa’id Alkhudry diatas dan riwayat-riwayat lainnya para ulama menfatwakan bahwa zakat fithri itu dikeluarkan dengan makanan pokok.

Maka Sekarang jelaslah bahwa pendapat yang mengatakan bahwa zakat fithri itu dibayar dengan uang ia adalah pendapat yang lemah.

Terlebih lagi bagi Yang menyatakan kenapa zakat fithri dahulu dizaman Nabi dikeluarkan tidak dengan uang ?
karena dahulu tidak ada mata uang, juga karena muamalah yang ada dizaman Nabi hanya dengan barter-barteran maka ini sudah salah kaprah dan dalih yang mengada-ngada.

Karena realita nya Nabi dan para sahabat semuanya melakukan jual beli sedang dinar dan dirham adalah mata uang yang digunakan Nabi dan para sahabat sebagai media jual beli Ketika itu.

Dari sini lahir ungkapan :
ZAKAT FITHRI DENGAN MAKANAN SUMBERNYA WAHYU, DENGAN UANG SUMBERNYA RA’YU (AKAL).

Waffaqanaallahu waiyyakum likulli maa yuhibbuhu wayardhah.

Info & konfirmasi infaq pembebasan tanah untuk PONPES ShahibulQur’an wasSunnah : wa.me/6281218155018
•┈┈•
25 Ramadhan 1443H / 27 April 2022

🖋️ Ummu Rayhaanah alBukittinggiyah
🌐 Ma’had Shahibul Qur’an Bukittinggi.

📜 Mau Bergabung Dengan group WhatsApp Minang mangaji ?

Klik link berikut :
Ikhwan : https://chat.whatsapp.com/KSnEZkiUHlj28rLJqhwBDJ

Akhwat : https://chat.whatsapp.com/B7wAu0pmZiPBMKMMl6o09X

Klik link ini utk mengikuti telegram shahibulQur’an utk mendapatkan faidah ilmiyah syar’iyah : https://t.me/shahibul_quran

Untuk para muhsinin yang telah membantu, kami berdo’a Semoga amal jariyahnya menjadi pemberat timbangan dihari yang mana tidak bermanfaat harta dan keturunan, aamiin.

Allah Ta’ala berfirman,

ۚ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ [سبإ : 39]

Apa saja yang kalian infaqkan maka Allah akan menggantikan nya dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.[saba’ : 39]

🌾 Mari bersama berdakwah dengan menshare risalah ini, semoga menjadi amal jariyah di hari yang mana tidak lagi bermanfaat harta serta keturunan.

🍃🍃🍃🍃🍃

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *