📜 ALERGI MAZHAB, ADA APA DENGAN MU ??

بسم الله الرحمن الرحيم

Saudara-saudarku sekalian..
Kita hidup di negeri yang katanya rakyat nya bermazhab syafi’i, Akan tetapi banyak diantara kita mungkin tidak tahu persis bagaimana kah Mazhab Syafi’i itu.

Baca kitab nya pun mungkin tidak, jangankan baca kitab nya nama-nama kitab fiqih Syafi’i yang mu’tamad pun mungkin tidak tahu bahkan belum pernah mendengar.

Tahunya kalau yang tahlilan itu mazhab Syafi’i kalau ga tahlilan berarti bukan mazhab Syafi’i.!
Kalau ga maulid an, itu bukan mazhab Syafi’i.. !

Benarkah demikian ?!

Kelompok ini Ekstrim / Ghuluw kalau ga mazhab Syafi’i ga mau..
Taqlid dengan ucapan ustadz, kiyai tanpa tahu apakah benar itu sesuai dengan mazhab Syafi’i atau tidak, atau bahkan imam syafi’i berlepas diri dari yang demikian itu.

Di sebelah sana lagi Ada yang anti mazhab, kitab nya ga pake dalil kata mereka !.

Seolah-olah para ulama dahulu yang menuliskan kitab-kitab fiqih itu jahil akan dalil dan tidak faham cara beristidlal !!.

Sehingga kitab-kitab mereka isinya cuma tulisan saja ga ada dalilnya.

Benarka demikian ??

Mari kita buka mata, dan telinga berfikir secara ilmiah.

untuk kelompok pertama jelas para imam-imam mazhab berlepas diri dari kalian..

Untuk kelompok kedua, ber hati-hati lah anda dari bersuuzhan terhadap ulama.

Imam Asy-Syafi’i dan imam-imam lainnya adalah imam-imam Ahlussunnah, mereka adalah orang-orang yang wara’, penting untuk Anda sadari dengan baik bahwa mereka lebih wara dari diri anda, mereka takut dari mengada-ada dalam syariat.

Berikut Salah satu ucapan dari imam syafi’i yang tertulis dengan tinta emas yang perlu anda renungkan dengan baik:

إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت . ( وفي رواية ( فاتبعوها ولا تلتفتوا إلى قول أحد ) . ( النووي في المجموع 1/63 )

Jika kalian mendapati dalam kitabku yang menyelisihi Rasulullah shallallahu alayhi wassalam maka beralihlah berkatalah kalian dengan Sunnah Rasulullah shallallahu alayhi wassalam dan tinggal kan apa yang aku ucapkan, dalam riwayat lain maka ikutilah Sunnah Rasulullah shallallahu alayhi wassalam dan jangan engkau menoleh kepada perkataan siapapun.
[Imam An-Nawawi di almajmu’ 1/63].

Setiap kitab-kitab yang ditulis didunia ini yang lahir dari goresan ulama sehebat apapun dia..
pasti ada kurangnya..
pasti ada salah nya..
Karena penulisnya bukanlah orang-orang yang ma’shum (terjaga dari kesalahan),
Dan karena itu adalah ketentuan yang Allah tetapkan, Allah ingin kitab yang sempurna yang tidak terdapat padanya kekurangan hanyalah kitabNya saja (Al-Quran).

PeriksalahDiri kita..,
Bukankah seharusnya kita berbaik sangka dan beradab terhadap para ulama yang telah meninggalkan warisan yang sangat berharga untuk kita ummat sepeninggalnya ??

apa yang baik dan benar yang sesuai dengan dalil-dalil yang shahih ambillah..
sedang yang tidak sejalan dengan dalil maka tinggalkan dan ikutilah dalil inilah kelompok yang pertengahan, yang demikian ini sejalan dengan apa yang imam syafi’i wasiatkan :

إذا صح الحديث فهو مذهبي

Jika telah shahih sebuah hadits maka ialah mazhabku.[almajmu’ 1/63]

Dari sini kita mengetahui apa yang diinginkan oleh para imam-imam itu, mereka ingin kita mempelajari kitab mereka dengan ilmiyah dan dengan menelaahnya bukan dengan taqlid buta / mengekor pendapat-pendapat mereka saja, jika ada pendapat mereka yang menyelisihi dalil maka ikutilah dalil karena itulah yang mereka inginkan dan itulah hakikatnya mazhab imam-imam tersebut yang telah mereka tegaskan dalam wasiat dan pesan-pesan mereka kepada kaum muslimin.

Semoga menjadi renungan bagi kita semua..
Walhamdulillah apa yang kami tulis ini hanya sekedar nukilan dari perkataan para ulama yang kami dengar dan dari apa yang kami bawa dari hasil duduk bermajelis dengan para masyayikh
Salah satunya dari syaikhunaa alfaqiih Nu’man alwatr yang silsilah pelajaran fiqih syafi’i beliau terus berjalan dan sampai saat ini kami beristifadah dari pelajaran-pelajaran beliau, Semoga Allah memanjangkan umur beliau.

Saudara ku.. Jikalau mau dituliskan semua nukilan para ulama mengenai hal ini tentu risalah ini akan panjang dan akan melelahkan bagi yg membaca dan semoga yang sedikit ini cukup menjadi pencerahan bagi kita semua.

Waffaqanaallahu waiyyakum likulli maaf yuhibbuhu wayardhah.

Info & konfirmasi infaq pembebasan tanah untuk PONPES ShahibulQur’an wasSunnah : wa.me/6281218155018
•┈┈•
20 Syawal 1443H / 21 Mei 2022

🖋️ Ibnu Syakiyakirtiy
🌐 Ma’had Shahibul Qur’an Bukittinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *